Pada
akhirnya, menjadi menarik mencermati bagaimana mereka, entah mewakili
pribadi ataupun suku, yang berperang demi kekuasaan di Tanah Mekkah,
akan selalu berusaha mengagungkan dan mensucikan Ka’bah, bahkan ketika
mereka sebetulnya hanyalah seorang Penganut Agama Pagan. Atau ketika
mereka merebut kekuasaan tersebut lewat cara yang zalim.
Seperti
kita tahu, Ka’bah adalah Rumah Suci pertama yang dibangun di bumi (QS
3: 96). Mula-mula dibangun oleh Nabi Adam as, kemudian direnovasi oleh
Nabi Syits, kemudian rusak diterjang banjir bandang di masa Nabi Nuh as,
dan dipugar kembali oleh Sang Kekasih Allah, Nabi Ibrahim as beserta
anaknya yang salih, Nabi Ismail as.
Terletak di
lembah Mekkah yang dibentengi bukit-bukit, Ka’bah menjadi Pusat
Peribadatan manusia (QS 5 : 97). Marting Lings, dalam bukunya Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik mencatat
bahwa sepeninggal Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as, Ka’bah menjadi
pusat ziarah Penganut Agama Ibrahimiyah, Yahudi, bahkan Nasrani.
Dampaknya,
Mekkah yang dulunya merupakan gurun gersang tak berpenghuni, semakin
lama semakin berkembang menjadi sebuah kota dengan arus perputaran uang
dan pengaruh yang besar. Mereka yang memegang kekuasaan atas Mekkah,
akan dihormati oleh para peziarah selama mereka mampu mengakomodir
kebutuhan spiritual mereka.
Tampilkan postingan dengan label Masjidil Haram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjidil Haram. Tampilkan semua postingan
Jumat, 28 Agustus 2015
Ka'bah dan Mereka yang Menumpahkan Darah
Mekkah jatuh ke tangan Rasulullah SAW pada peristiwa Fathu Makkah
yang nyaris tanpa pertumpahan darah. Barangkali inilah satu-satunya
momen penaklukkan Mekkah dengan korban yang minimal. Jika saja kaum
Quraisy pada waktu itu patuh pada usulan Abu Sufyan, Fathu Makkah
akan bersih dari darah. Tapi sebagian mereka memilih melawan sehingga
pasukan Khalid bin Walid pun terpaksa mengeluarkan pedang.
Kondisi relatif aman pada masa Khulafaur Rasyidin. Ketika masa-masa ini usai, banyak ketidakpuasan muncul dari kalangan muslimin terhadap kekhalifahan—atau monarki, karena masa Muawwiyah bin Abu Sufyan lebih mirip monarki.
Di masa Yazid bin Muawwiyah, pasca tragedi Karbala, Abdullah bin Zubair, cucu dari Abu Bakar ash-Shiddiq, mengklaim diri sebagai Khalifah atas Tanah Hijaz. Beliaupun mendapat baiat dari banyak kaum muslimin, terutama mereka yang tidak puas pada kepemimpinan Yazid bin Muawwiyah.
Kondisi relatif aman pada masa Khulafaur Rasyidin. Ketika masa-masa ini usai, banyak ketidakpuasan muncul dari kalangan muslimin terhadap kekhalifahan—atau monarki, karena masa Muawwiyah bin Abu Sufyan lebih mirip monarki.
Di masa Yazid bin Muawwiyah, pasca tragedi Karbala, Abdullah bin Zubair, cucu dari Abu Bakar ash-Shiddiq, mengklaim diri sebagai Khalifah atas Tanah Hijaz. Beliaupun mendapat baiat dari banyak kaum muslimin, terutama mereka yang tidak puas pada kepemimpinan Yazid bin Muawwiyah.
Kamis, 27 Agustus 2015
Tragedi Makkah Berdarah
Tragedi Berdarah 20 November 1979
Inilah Sejarahnya;
Tragedi Berdarah dan Pengkudetaan Makkah itu terjadi pada waktu selesai sholat shubuh tanggal 20 November 1979 atau persis tanggal 1 Muharram 1400 H. Sholat subuh tersebut diimami oleh "Muhammad bin Subail". Persis saat selesai sholat dan imam menutup doa dengan harapan akan kedamaian di muka bumi, ratusan teroris mengeluarkan senapan-senapan mereka dari balik baju yang mereka bawa masuk ke dalam masjidil haram. Mereka masuk ke dalam masjid dengan cara berbaur diantara ratusan ribu jamaah haji yang akan melakukan sholat subuh. Seusai sholat, mereka merangsek diantara kerumunan jamaah menuju ka'bah dan menembak 2 orang askar yang hanya bersenjatakan pentungan kayu. Beberapa pemberontak juga menembak burung-burung merpati dengan senjata laras panjang yang mereka bawa.Di tengah kegaduhan itu, Juhaiman al-Utaibi, pemimpin pemberontakan berpaham wahabiyah radikal muncul diapit tiga anggota kelompok militan bersenjata bedil, pistol, dan belati menerobos kerumunan menuju Ka’bah. Matanya hitam memikat, rambutnya sebahu, dan jenggotnya hitam berombak. Laki-laki Badui berumur 43 tahun itu memakai jubah tradisional Saudi berwarna putih yang dipotong pendek di pertengahan kaki, sebagai simbol penolakan terhadap kekayaan materi.Kudeta Masjidil Haram Mekkah 1979Ketakutan terasa menyerebak, tanpa rasa hormat, Juhaiman mendorong dan merebut mikrofon dari imam masjidil haram. Hunusan senjata memaksa sang imam mundur dan tak berdaya akan kejadian hari itu, walaupun dia telah berusaha
Inilah Sejarahnya;
Tragedi Berdarah dan Pengkudetaan Makkah itu terjadi pada waktu selesai sholat shubuh tanggal 20 November 1979 atau persis tanggal 1 Muharram 1400 H. Sholat subuh tersebut diimami oleh "Muhammad bin Subail". Persis saat selesai sholat dan imam menutup doa dengan harapan akan kedamaian di muka bumi, ratusan teroris mengeluarkan senapan-senapan mereka dari balik baju yang mereka bawa masuk ke dalam masjidil haram. Mereka masuk ke dalam masjid dengan cara berbaur diantara ratusan ribu jamaah haji yang akan melakukan sholat subuh. Seusai sholat, mereka merangsek diantara kerumunan jamaah menuju ka'bah dan menembak 2 orang askar yang hanya bersenjatakan pentungan kayu. Beberapa pemberontak juga menembak burung-burung merpati dengan senjata laras panjang yang mereka bawa.Di tengah kegaduhan itu, Juhaiman al-Utaibi, pemimpin pemberontakan berpaham wahabiyah radikal muncul diapit tiga anggota kelompok militan bersenjata bedil, pistol, dan belati menerobos kerumunan menuju Ka’bah. Matanya hitam memikat, rambutnya sebahu, dan jenggotnya hitam berombak. Laki-laki Badui berumur 43 tahun itu memakai jubah tradisional Saudi berwarna putih yang dipotong pendek di pertengahan kaki, sebagai simbol penolakan terhadap kekayaan materi.Kudeta Masjidil Haram Mekkah 1979Ketakutan terasa menyerebak, tanpa rasa hormat, Juhaiman mendorong dan merebut mikrofon dari imam masjidil haram. Hunusan senjata memaksa sang imam mundur dan tak berdaya akan kejadian hari itu, walaupun dia telah berusaha
Uniknya Masjidil Haram
1. MASJIDIL HARAM
Masjid ini berbentuk empat persegi dan
dibangun mengelilingi Ka’bah, berbeda dengan masjid manapun didunia,
shaf di Masjidil Haram ini berbentuk lingkaran, semuanya menghadap ke
Ka’bah yang berada di tengah-tengah. Ini merupakan keunikan yang tidak
dimiliki masjid manapun di dunia. Adapun Spesifikasi Masjidil Haram :- Luas Masjidil Haram ± 656.000 m², dapat menampung 730.000 jamaah dalam satu waktu sholat berjamaah pada hari biasa dan lebih dari 1juta jamaah pada musim Haji
- Memiliki Tiga Lantai
- Menara berjumlah tujuh buah
- Keistimewaan masjid ini adalah : Sholat di masjid ini lebih utama dari sholat 100.000 kali di masjid lain.
PINTU MASJIDIL HARAM
Masjidil Haram adalah masjid Raksasa hingga
memiliki sangat banyak pintu yaitu ada 4 pintu utama dan 45 pintu
biasa, tiap pintu memiliki nama sendiri karena banyaknya jumlah pintu
tersebut tak heran jika banyak jamaah yang tersesat ketika keluar dari
Masjidil Haram. Inilah nama-nama Bab (pintu) Masjidil Haram :
Langganan:
Postingan (Atom)