LiburanMurah.co

Tampilkan postingan dengan label multazam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label multazam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Agustus 2015

Fakta tentang Multazam (1)



liburanmurah.co/?reg=hadziq
ANTARA/Prasetyo Utomo/ca
Sejumlah umat Islam berdoa di Multazam, Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID, Multazam berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Panjang Multazam sekitar dua meter. Menurut sebagian ulama, para jamaah yang melakukan thawaf boleh berhenti di Multazam.

Syekh Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Doa yang diucapkan saat hujan turun, perang berkecamuk, adzan, iqamah, setelah shalat, sujud, berpuasa, bepergian, dan saat dianiaya lebih mudah terkabul. Semua ini berdasarkan kitab-kitab hadits shahih dan sunan.”

“Demikian pula, doa akan dikabulkan jika dipanjatkan di Masya’ir Muqaddas seperti Arafah, Muzdalifah, Mina, Multazam, dan tempat lain di kota Makkah. Selain itu, doa yang dipanjatkan di masjid mana pun juga diijabah seperti keutamaan berdoa di tiga masjid. Doa di tiga masjid itu lebih mudah dikabulkan.”

Syekh Islam Ibnu Taimiyah juga berkata, “Jika mau, sebaiknya jemaah mendatangi Multazam—yang terletak antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah—lalu menempelkan dada, wajah, kedua lengan, dan kedua telapak tangannya seraya berdoa dan meminta apa pun kepada Allah SWT.”

“Hal itu sebaiknya dilakukan sebelum melaksanakan thawaf Wada. Namun pada dasarnya, berdoa seperti itu di Multazam tidak harus dilakukan saat thawaf Wada atau thawaf lainnya, tetapi bisa dilakukan kapan saja. Menurut riwayat, para sahabat berdoa di Multazam ketika baru memasuki Makkah.”

Jamaah haji bisa berdoa seperti doa Rasulullah SAW yang diriwayatkan Ibnu Abbas, “Ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak umat perempuan-Mu. Engkau membawaku dengan kendaraan ciptaan-Mu yang dapat aku tumpangi. Engkau menuntunku di negeri-Mu sehingga aku mendapatkan kenikmatan dengan mengunjungi rumah-Mu.”

“Engkau pula yang membantuku melaksanakan kewajibanku (haji). Jika Engkau ridha kepadaku, tambahkanlah aku keridhaan-Mu. Jika tidak, ridhailah aku sebelum Engkau beranjak dari rumah-Mu. Inilah saat kepergianku, jika Engkau mengizinkan, tanpa mengganti-Mu (dengan tuhan lain) ataupun mengganti rumah-Mu (sebagai tempat ibadah). Aku juga tidak akan membenci-Mu ataupun rumah-Mu.”

“Ya Allah, berikanlah kesehatan untukku, kelestarian untuk agamaku, dan perbaikilah hatiku, karuniakan aku ketaatan kepada-Mu selagi Engkau masih memberiku kesempatan hidup, serta berikanlah aku kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat. Sungguh, Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

Jika jamaah berdiri di pintu Ka’bah dan berdoa di sana tanpa memegangi Ka’bah, itu juga baik baginya. (Atlas Haji & Umrah karya Sami bin Abdullah Al-Maghlouth)

Fakta Tentang Multazam -2


liburanmurah.co/?reg=hadziq

Antara/Prasetyo Utomo/ca
Sejumlah umat Islam berdoa di Multazam, Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID, Multazam berarti tempat berdoa atau tempat meminta perlindungan. Diberi nama demikian karena senantiasa dijadikan sebagai tempat berdoa dan meminta perlindungan. Multazam terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.

Al-Azraqi berpendapat bahwa panjang Multazam adalah empat dzira’ (sekitar dua meter). Adapun dalam kitab Al-Muwaththa’ disebutkan bahwa Multazam adalah tempat antara Rukun (Aswad) dan pintu Ka’bah. Demikian menurut Al-Baji dan Al- Muhallabi berdasarkan riwayat dari Ibnu Wadhah.

Adapun menurut riwayat Yahya, Multazam yaitu bagian antara Rukun dan Maqam (Ibrahim). Riwayat ini tentu tidak ada dasarnya karena antara Rukun dan Maqam tidak lain merupakan Hathim. Ibnu Juraij menyebutkan bahwa Hathim terletak antara Rukun, Maqam, Zamzam, dan Hajar Aswad.

Ibnu Hubaib mengatakan bahwa Hathim berada di antara Rukun Aswad dan pintu Maqam, terbukti bahwa banyak jamaah berdesak-desakan di tempat itu untuk berdoa. Dikatakan juga bahwa pada masa jahiliyah, banyak orang bersumpah di sana.

Siapa saja yang berdoa atas orang zalim atau bersumpah lalu melanggar, orang yang zalim atau yang melanggar sumpah itu akan segera mendapatkan balasan setimpal.

Abu Zaid mengatakan bahwa di atas Hathim ini terdapat dinding Ka’bah dan ruang antara pintu Ka’bah dan Maqam. Dari sini, perbedaan antara riwayat satu dan lainnya pun dapat dijembatani. (Mu’jam Al-Buldan karya Yaqut Al-Hamawi)